Di ruangan itu
, 21 October 2012 at 9:36 PM, in
Aku termenung
Menatap hujan yang tak bersahabat
Turun bersamaan memusuhiku
Dingin yang merayapiku
Bagai sayatan kecil di kulitku
Sepi mulai melingkupiku
Sedih menghampiriku
Tangispun mulai merasukiku
Kututupi wajahku
Kututupi kesedihanku
Dipojok ruang itu
Aku menangis
Menatap hujan yg terus berdera
Mengurung diriku dan hatiku
Kenapa...?
, at 9:36 PM, in
Mungkin ini hening, sebab tak ada aliran udara di sekeliling yang menyapa kita. Kita pun membatu seperti tersihir tak ingin utarakan semua uneg-uneg di dalam, padahal ia setiap saat mendesak-desak keluar ingin meledak.Memangnya kenapa dengan hening?
Kebahagiaan yang abadi
, at 9:36 PM, in
Tidak ada yang lebih membahagiakandari menulis kata-kata sederhana di atas kain kesadaran
dengan tinta air mata kepasrahan
dimana sepi adalah teman berbagi
dan hening adalah rumah ketenangan
Selain mimpi yang jadi kenyataan
hati yang selalu kaya dengan harapan
dan doa yang selalu dipanjatkan
keikhlasan yang begitu lapang
ketika kenyataan menjadi badai
memporakporandakan apa yang kita susun
atau menjadi pencuri
mengambil segala yang kita cinta dan kita genggam
buah kesabaran yang kita petik dari pohon pengalaman
kita mengunyahnya, menelannya, menjadikannya energi
dan tentu saja sambil menulis menjadi kata-kata sederhana sebagai cerminan jiwa
sepucuk surat untukmu
, at 9:35 PM, in
Inilah hidupku
selalu dan selalu penuh dengan indahnya cacian,merdunya hinaan dan damainya perbedaan
Sayangku...
Aku hanya bisa tersenyum
karna bagiku semua adalah santapan terlezatku setiap saat
hey,jangan kau tanyakan masalah hatiku
aku bukan seorang superman
atau sang dewa yang tak punya rasa dan hati
hatiku tersayat,bathinku menangis
namun aku tak pernah tau
untuk apa air mataku
Sayangku...
Yang ku tahu hanyalah mempertahankan birunya cinta dan hati kita
Yang ku tahu hanyalah
bertahan tuk selalu hidup
dalam kesendirian hidupku
Sayangku...
Buang saja semua dendam dihatimu
biarkan mereka terus berkicau tentang sebuah caci dan hina pada diriku
kucoba tuk selalu ikhlas menerima
tanpa dendam,tanpa air mata
karena kuyakin Tuhan selalu menyayangi dan melindungiku
Sayangku...
Aku sayang kamu
kan kupertahankan cinta kita sekuat hati dan jiwaku...
Sebuah Harapan Kecil
, at 9:35 PM, in
Kupandangi sebuah foto pemandangan yang menggantung di hadapanku.
Sebuah jalan kecil yang panjang, disertai dengan pepohonan yang mendampingi jalan tersebut. Tanah yang dipenuhi oleh daun-daun kering yang berguguran.
Kututup mataku …
mencoba merasakan diriku berjalan di jalan kecil tersebut …
Kurasakan udara yang sangat segar dan angin sepoi-sepoi menerpa diriku, Mencoba merasakan sebuah kedamaian yang selama ini aku cari,
Aku berjalan di jalan kecil tersebut dengan sebuah senyuman …
Senyuman kecil yang membuat jantungku berdebar-debar dan sangat menyesakkan dadaku …
Aku menghela nafasku, berusaha menghilangkan kegundahan yang kurasakan saat ini …
Kupandangi jalan tersebut dengan sebuah harapan … sebuah harapan kecil yang indah …
Aku terus berjalan menyusuri jalan kecil ini … berusaha mencari akhir dari perjalanan ini …
Aku berjalan dengan penuh kegundahan dan kecemasan …
Kupandangi sekali lagi ujung jalan tersebut …
Berusaha mencari sebuah sosok yang akan berpaling padaku dengan senyuman hangat yang membuat perasaanku nyaman, terlindungi dan menjadi seseorang yang paling bahagia di dunia ini,
Dengan mengulurkan tangannya padaku, tangan yang menawarkan sebuah kebahagiaan … dan akupun meraihnya tanpa keraguan sedikit pun dalam hatiku …
Hanya sebuah harapan kecil yang membuat aku terus berjalan … mencari akhir dari perjalanan ini …
Apakah akan berakhir bahagia ataukah sebuah air mata yang akan mengakhirinya ….
Di Setiap Malam....
, at 9:35 PM, in
Aku benci bila malam tiba … semuanya gelap, sepi dan terancam …
Malam adalah waktu dimana semua yang ada pada diriku berperang … hatiku … pikiranku … semuanya. Kepalaku pening mendengar mereka bertengkar tiada hentinya … dadaku pun sesak … semuanya berbicara … semuanya berteriak
Pikiran dan hati ini jahat, tidak ada ampun buat mereka … malaikat telah mencatat apa yang aku pikirkan … malaikat telah mencatat apa yang telah aku lakukan hari ini, kemarin …
Aku memikirkan hal yang seharusnya tidak aku pikirkan … aku melakukan sesuatu yang seharusnya tidak aku lakukan …
Tapi semua itu terlambat … tidak ada jalan kembali, aku tidak bisa merubahnya, tidak ada jalan keluar dan tidak ada pengampunan …
Tuhan telah sering kali memberikan aku kesempatan .. tapi aku mengulanginya kembali … lagi dan lagi …Hati ini menangis … menangis dan menangis … hanya menangis yang dapat aku lakukan saat ini … Semuanya gelap, tidak kulihat setitik pun cahaya … yang ada hanya khayalan … fatamorgana …
Malam semakin larut … mataku tidak dapat terpejam … kurasakan ketakutan yang semakin dalam, semakin menusuk … aku tersesat … tersesat dalam kegelapan ini … aku merasakan kehampaan, kesedihan, perasaan bersalah, marah … semuanya …
Aku berjalan di jalan tak berujung, sendiri … dengan penuh kebingungan … tak berarah dan tidak ada tujuan … semuanya gelap … gelap dan sepi …
Di Kegelapan Malam itu...
, at 9:34 PM, in
Keheningan malam, kegelapan … Suasana yang mencekam
Kegelisahan, kesepian, kesedihan …
Perasaan yang menghampiri hatiku di saat matahari mulai digantikan oleh bulan
Perasaan yang menyelimuti hati dan pikiran ini dengan kegelapan
Pikiran-pikiran jahat, prasangka-prasangka buruk terhadap dunia
Kesepian … merasa seorang diri di dunia ini … tidak diiginkan …
Kesedihan … merasa diri tak berguna … tidak ada apa-apanya
Kegelisahan … akan menjadi apa diri ini di masa depan …
Semakin larut malam ini … semakin aku larut dalam kegelapan
Semakin aku takut untuk menutup mataku …
Hanya satu pintaku setiap malam …
Seberkas cahaya …
Fatamorgana
, at 9:34 PM, in
Pasir …. Sejauh mata memandang hanya pasir yang aku lihat,
Aku berdiri mematung terdiam dengan perasaan tak menentu
Kupandangi sekelilingku dengan penuh kegelisahan dan ketakutan
Ku coba berjalan, berusaha untuk keluar dari semua ini …
Entah berapa lama ku berjalan, tidak kutemukan apapun
Hanya terik matahari dan angin pasir yang menerpaku
Langkahku melambat, tenagaku habis, dadaku sesak
Tak terasa air matakupun mengalir …
Aku terjatuh … terbaring di padang pasir yang luas
Sendiri …
Akhirnya aku melihat sesuatu …
Sesuatu yang selama ini aku cari dan aku inginkan
Aku mulai mengumpulkan tenagaku kembali
Berusaha untuk menggapainya
Aku berjalan menujunya dengan penuh harap dan sebuah senyuman
Aku berjalan … berjalan dan berjalan ….
Semakin aku berusaha untuk mendekatinya, “ia” semakin menjauh …
Sedikit demi sedikit senyumku memudar, harapanku pun memudar ….
Dan akhirnya …. menghilang begitu saja
Beserta fatamorgana yang baru saja kulihat
Aku kembali terjatuh dan terbaring di padang pasir ini
Semakin lama pasir – pasir ini mulai menutupi badanku
Apakah ini akhir dari segalanya ….
Haruskah aku menyerah ….
Atau … terus berjalan …
Di tepi dermaga itu...
, at 9:34 PM, in
Riak sungai itu akhirnya selesai menunaikan tugas
Membawa puisimu mengambang di laut ini
Sebuah puisi yang aneh, katamu
Membuat matari lekas mengaram di mataku
Tapi itu pasti hanya pikirmu saja
Karena aku menikmati isi puisi, bukan kulitnya.
Lalu aku berlari menuju senja
Menangkap sebuah makna
Sebelum siluet tubuh kita lenyap di telan gulita
Tapi tak kudapati sesuatu yang tergenggam
Melainkan siluet hati yang retak di tepi dermaga
Aku lelah menunggu hening, katamu
Lalu di hulu sungai itu kau lemparkan namamu
Bersama rasa yang selalu berkiblat ke sini
Petunjuk itu yang selalu kucari, kini hilang
Sebab sejenak lagi kau bersabar, rasa itu kan berbalas
Segementasi Pasar
, 03 November 2011 at 9:03 PM, in
bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar
(segmen pasar) yang bersifat homogen.1 Dengan kata lain, segmentasi
pasar adalah kegiatan membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang
terbedakan dengan kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku
berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran
terpisah.
pasar tertentu di mana masing-masing segmen tersebut bersifat
homogen. Perbedaan keinginan dan hasrat konsumen merupakan
alasan yang utama untuk diadakannya segmentasi pasar. Jika terdapat
bermacam-macam hasrat dan keinginan konsumen, maka perusahaan
dapat mendesain suatu produk untuk mengisi suatu heterogenitas
keinginan dan hasrat tersebut. Dengan demikian dapat berkreasi
dengan suatu penambahan penggunaan yang khusus untuk konsumen
Perusahaan atau Penjual Menetapkan Segment Pasar dalam segmen yang diinginkan.
Konsumen akan mau membayar lebih
tinggi terhadap produk yang mereka butuhkan bila mereka menerima
berbagai keuntungan dari produk tersebut.
Perusahaan atau para penjual mengklasifikasikan beberapa
kelompok sasaran segmen pemasaran, yakni segmentasi pasar
konsumen, segmentasi pasar industri, dan segmentasi pasar
internasional. Kelompok segmen pasar tersebut memiliki karakteristik
berbeda, sehingga memerlukan cara tersendiri untuk menanganinya.
Pembahasan
Membuat Segmentasi Pasar Konsumen
Tidak ada cara tunggal untuk membuat segmen pasar. Pemasar
harus mencoba variabel segmentasi yang berbeda, secara sendiri atau
kombinasi untuk mencari cara terbaik untuk memetakan struktur
pasar. Terdapat beberapa variabel utama yang sering digunakan
untuk menentukan segmentasi pasar, yakni variabel geografik,
domografik, psikografik, dan tingkah laku tertentu.
Segmentasi Geografik
Segmentasi geografik membagi pasar menjadi beberapa unit
secara geografik seperti negara, regional, propinsi, kota, wilayah
kecamatan, wilayah kelurahan dan kompleks perumahan. Sebuah
perusahaan mungkin memutuskan untuk beroperasi dalam satu
atau beberapa wilayah geografik ini atau beroperasi di semua
wilayah tetapi tidak memperhatikan kebutuhan dan keinginan
psikologis konsumen.
Banyak perusahaan dewasa ini “merigionalkan“ program
pemasaran produknya, dengan melokalkan produk, iklan, promosi
dan usaha penjualan agar sesuai dengan kebutuhan masingmasing
regional, kota, bahkan kompleks perumahan.
Demografi
Segmentasi pasar demografik membagi pasar menjadi kelompok
berdasarkan pada variabel seperti jenis kelamin, umur, status
perkawinan, jumlah keluarga, umur anak, pendapatan, jabatan,
lokasi geografi, mobilitas, kepemilikan rumah, pendidikan, agama,
ras atau kebangsaan. Faktor-faktor demografik ini merupakan
dasar paling populer untuk membuat segmen kelompok konsumen.
Alasannya utamanya, yakni kebutuhan konsumen, keinginan, dan
mudah diukur. Bahkan, kalau segmen pasar mula-mula ditentukan
menggunakan dasar lain, maka karakteristik demografik pasti
diketahui agar mengetahui besar pasar sasaran dan untuk
menjangkau secara efisien.
Umur dan Tahap Daur Hidup
Perusahaan menggunakan segmentasi umur dan daur hidup,
yakni menawarkan produk berbeda atau menggunakan
pendekatan pemasaran yang berbeda untuk kelompok umur
dan daur hidup berbeda. Misalnya, beberapa perusahaan
makanan ringan “ciki” membuat produknya untuk konsumsi
kaum anak-anak dan remaja.
Jenis Kelamin
Perusahaan menggunakan segmentasi jenis kelamin untuk
memasarkan produknya, misalnya pakaian, kosmetik, dan
majalah. Banyak perusahaan kosmetika, yang mengembangkan
produk parfum yang hanya ditujukan kepada para wanita atau
kaum pria.
Pendapatan
Pemasar produk telah lama menggunakan pendapatan menjadi
segmentasi pemasaran produk dan jasanya, seperti mobil,
kapal, pakaian, kosmetik dan jasa transportasi. Banyak
perusahaan membidik konsumen kaya dengan barang-barang
mewah dan jasa yang memberikan kenyamanan dan
keselamatan ekstra, sebaliknya ada beberapa perusahaan kecil
yang membidik konsumen dengan level social-ekonomi
menengah ke bawah.
? Segmentasi Demografik Multivariasi
Perusahaan banyak yang mensegmentasi pasar dengan
menggabungkan dua atau lebih variabel demografik. Misalnya,
suatu pemasaran produk yang segmentasi pasarnya diarahkan
pada umur dan jenis kelamin.
Segmentasi Psikografik
Segmentasi psikografik membagi pembeli menjadi kelompok
berbeda berdasarkan pada karakteristik kelas sosial, gaya hidup
atau kepribadian. Dalam kelompok domografik, orang yang
berbeda dapat mempunyai ciri psikografik yang berbeda.
Kelas Sosial
Kelas sosial ternyata mempunyai pengaruh kuat pada
pemilihan jenis mobil, pakaian, perabot rumah tangga,
properti, dan rumah. Pemasar menggunakan variabel kelas
sosial sebagai segmentasi pasar mereka.
Gaya Hidup
Minat manusia dalam berbagai barang dipengaruhi oleh gaya
hidupnya, dan barang yang mereka beli mencerminkan gaya
hidup tersebut. Atas dasar itu, banyak pemasar atau produsen
yang mensegmentasi pasarnya berdasarkan gaya hidup
konsumennya. Sebagai misal, banyak produsen pakaian remaja
yang mengembang-kan desain produknya sesuai dengan selera
dan gaya hidup remaja.
? Kepribadian
Para pemasar juga menggunakan variabel kepribadian untuk
mensegmentasi pasar, memberikan kepribadian produk mereka
yang berkaitan dengan kepribadian kopnsumen. Strategi
segmentasi pasar yang berhasil berdasarkan pada kepribadian
telah dipergunakan untuk produk seperti kosmetik, rokok, dan
minuman ringan.
Segmentasi Tingkah Laku
Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan
pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka
terhadap suatu produk. Banyak pemasar meyakini bahwa variabel
tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk
segmen pasar.
Kesempatan
Segmentasi kesempatan membagi pasar menjadi kelompok
berdasarkan kesempatan ketika pembeli mendapat ide untuk
membeli atau menggunakan barang yang dibeli. Pembeli dapat
dikelompokkan menurut kesempatan ketika mereka mendapat
ide untuk membeli, benar-benar membeli, atau menggunakan
barang yang dibeli. Segmentasi kesempatan dapat membantu
perusahaan meningkatkan pemakaian produknya.
Sebagai misal, Kodak menggunakan segmentasi kesempatan
untuk merancang dan memasarkan kamera sekali pakai.
Konsumen hanya perlu memotrek dan mengembalikan film,
kamera, dan semuanya, untuk diproses. Dengan
menggabungkan lensa, kecepatan film, dan peralatan
tambahan yang lain. Kodak mengembangkan kamera versi
khusus untuk hampir segala macam kesempatan, dari fotografi
bawah air sampai memotret bayi.
Manfaat yang Dicari
Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah
mengelompokkan pembeli menurut manfaat yang mereka cari
dari produk. Segmentasi manfaat membagi pasar menjadi
kelompok menurut beragam manfaat berbeda yang dicari
konsumen dari produk. Segmentasi manfaat menuntut
ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam produk,
jenis orang yang mencari setiap manfaat, dan merek utama
yang mempunyai manfaat.
Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk
memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan,
karakteristiknya, serta merek utama yang bersaing. Mereka juga
dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang
memberikan manfaat itu.
Kesimpulan
Hubungan Penetapan Sasaran Pasar dengan Segmentasi Pasar
Istilah segmentasi pasar dan penentuan sasaran pasar (market
targeting) sebenarnya merupakan dua hal yang bebeda. Di depan telah
diuraikan bahwa segmentasi pasar itu merupakan kegiatan membagibagi
pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam
satuan-satuan pasar yang bersifat homogen. Dalam hal ini, market
targeting merupakan keputusan perusahaan mengenai pasar manakah
yang akan dilayani.
Sebagai gambaran, misalnya berdasarkan analisa dan ramalan
permintaan, perusahaan dapat mengetahui adanya pasar tertentu yang
dianggap menarik, yang membuat perusahaan memperluas pangsa
pasar. Perusahaan tersebut mensurvai sejumlah konsumen sebagai
sampel dari keseluruhan. Dalam survai ini ditanyakan mengenai atribut
produk yang ditawarkan, tentang kualitas, harga, kemasan, servis,
dan sejenisnya.
Daftar Pustaka
http://www2.jogjabelajar.org/modul/bisnis/penjualan/24_e2_segmentasi_pasar.pdf
Loyalitas Konsumen
, 12 October 2011 at 4:39 PM, in
Senin kemarin (31.10.2011), sebagai konsumen, saya berjumpa banyak orang yang kebetulan saya gunakan jasanya. Masing-masing dengan kepentingan yang berbeda-beda.Mungkin karena pekerjaan saya sendiri juga mengutamakan kepuasan pelanggan, saya senang mengamati bagaimana cara mereka menghadapi pelanggan/konsumen.
Yang pertama adalah teknisi dari ElectroluxSaya pemakai mesin cuci front-loading Electrolux, dan buat saya, pelayanan purna-jual yang diberikan Electrolux tak diragukan lagi. Anda bisa membaca tulisan pengalaman saya mengenai Customer Delight – Electrolux di sini.Teknisi tersebut datang ke rumah dengan membuat janji lebih dahulu untuk melakukan pengecekan rutin 6 bulanan pada mesin cuci saya.Sambil melakukan pengecekan dan pembersihan, teknisi yang datang memberi beberapa informasi, petunjuk dan tips untuk merawat mesin cuci.
saya buat Electrolux. Data pelanggan yang mereka miliki benar-benar mereka manfaatkan, tidak menjadi data mati.
Yang kedua, tukang taman .Namanya Ru’in. Bagaimana hasil pekerjaannya? Rasanya tidak perlu saya ceritakan lagi, mengingat hampir seluruh rumah di komplek ditanganinya. Dia datang untuk merawat rumput gajah mini yang baru ditanam di halaman depan.Hanya itu? Kejutan…. Melihat saya memiliki sedikit koleksi Euphorbia, dia membawakan juga satu karung penuh media tanam (sekam) untuk saya.Mungkin dia tidak tahu apa itu atau berbagai strategi rumit untuk meraih loyalitas pelanggan, tetapi mengenai penerapannya, dia tidak ketinggalan. Dalam pandangan saya, orang awam yang tidak tahu tentang sebuah strategi untuk para pelanggannya dengan baik dapat menjalankan beberapa strategi. Ini membuat pandangan saya tentang betapa kaya nya bangsa Indonesia, betapa pandainya bangsa kita, hanya saja yang membedakan mereka adalah sebatas "istilah" dari bebagai macam strategi tersebut.
Yang ketiga,Customer Service(CS) sebuah layanan telekomunikasi selular.Saya mendatangi salah satu tempat layanan telekomunikasi selular untuk berhenti menjadi pelanggan.Layanan yang saya terima cukup baik, namun juga tidak dapat disebut jelek. Namun ada hal yang aneh. Menurut saya, sewajarnya saya ditanya mengenai alasan saya berhenti. Yang saya heran, hal tersebut sama sekali tidak ditanyakan.
Saat pulang, saya masih mereka-reka, apa alasan CS tersebut tidak menanyakan alasan saya berhenti. Satu-satunya alasan yang terpikir, kemungkinan untuk menghindari anggapan prosedur yang berbelit-belit
Sumber : Pengalaman Pribadi dan teman-teman serta beberapa refrensi tentang loyalitas konsumen
Konsumen adalah
, at 4:37 PM, in
__________________________________________________________________________________
Menurut pengertian Pasal 1 angka 2 UU PK, “Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.”
Anda tentu memahami bahwa tidak semua barang setelah melalui proses produksi akan langsung sampai ke tangan pengguna. Terjadi beberapa kali pengalihan agar suatu barang dapat tiba di tangan konsumen. Biasanya jalur yang dilalui oleh suatu barang adalah:
Produsen – Distributor – Agen – Pengecer – Pengguna
Lebih lanjut, di ilmu ekonomi ada dua jenis konumen, yakni konsumen antara dan konsumen akhir. Konsumen antara adalah distributor, agen dan pengecer. Mereka membeli barang bukan untuk dipakai, melainkan untuk diperdagangkan Sedangkan pengguna barang adalah konsumen akhir.
Yang dimaksud di dalam UU PK sebagai konsumen adalah konsumen akhir. Karena konsumen akhir memperoleh barang dan/atau jasa bukan untuk dijual kembali, melainkan untuk digunakan, baik bagi kepentingan dirinya sendiri, keluarga, orang lain dan makhluk hidup lain.
Dan Anda tentu mengetahui bahwa ada dua cara untuk memperoleh barang, yakni:
• Membeli. Bagi orang yang memperoleh suatu barang dengan cara membeli, tentu ia terlibat dengan suatu perjanjian dengan pelaku usaha, dan konsumen memperoleh perlindungan hukum melalui perjanjian tersebut.
• Cara lain selain membeli, yakni hadiah, hibah dan warisan. Untuk cara yang kedua ini, konsumen tidak terlibat dalam suatu hubungan kontraktual dengan pelaku usaha. Sehingga konsumen tidak mendapatkan perlindungan hukum dari suatu perjanjian. Untuk itu diperlukan perlindungan dari negara dalam bentuk peraturan yang melindungi keberadaan konsumen, dalam hal ini UU PK.
Lalu muncul pertanyaan, bagaimana bila saya membeli barang, kemudian saya menghadiahkannya kepada teman saya. Siapakah yang disebut konsumen? Menurut saya yang patut untuk disebut sebagai konsumen hanyalah penerima hadiah. Sedangkan pemberi hadiah bukan konsumen menurut pengertian Pasal 1 angka 2 UU PK. Pemberi hadiah dapat dikatakan sebagai konsumen perantara.
Lalu mengapa di ketentuan Pasal 1 angka 2 UU PK disebutkan “… baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga,, orang lain, maupun makhluk hidup lain…”? Ketentuan ini dimaksudkan bila Anda menggunakan suatu barang dan/atau jasa dan bukan hanya Anda yang merasakan manfaatnya, melainkan juga keluarga Anda, orang lain, dan makhluk hidup lain. Contohnya bila Anda membeli sebuah AC untuk dipasang di ruang tamu rumah Anda. Tentu bukan hanya Anda yang merasakan hawa sejuk dari AC tersebut. Istri/suami, anak, tamu dan hewan peliharaan Anda tentu ikut merasakan kesejukan AC tersebut
Maka dapat disimpulkan bahwa syarat-syarat konsumen menurut UU PK adalah:
• Pemakai barang dan/atau jasa, baik memperolehnya melalui pembelian maupun secara cuma-cuma
• Pemakaian barang dan/atau jasa untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain dan makhluk hidup lain.
• Tidak untuk diperdagangkan
Source:
http://www.tunardy.com/pengertian-konsumen-menurut-uu-pk/
http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen
Faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian suatu produk
, at 4:34 PM, in
Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
Faktor Sosial
a. Group
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. Membership group terdiri dari dua, meliputi primary groups (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang). (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp. 203-204).
b. Family Influence
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.204).
c. Roles and Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat (Kotler, Amstrong, 2006, p.135).
Faktor Personal
a. Economic Situation
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler, Amstrong, 2006, p.137).
b. Lifestyle
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda (Kotler, Amstrong, 2006, p.138)
c. Personality and Self Concept
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi, agresif (Kotler, Amstrong, 2006, p.140). Tiap orang memiliki gambaran diri yang kompleks, dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.212).
d. Age and Life Cycle Stage
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, perabot, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh family life cycle. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.205-206)
e. Occupation
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Contohnya, pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Bisnis eksekutif, membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat (Kotler, Bowen,Makens, 2003, p. 207).
Faktor Psychological
a. Motivation
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.214).
b. Perception
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.215).
c. Learning
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).
d. Beliefs and Attitude
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144). Sedangkan attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).
Faktor Cultural
Nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.129). Penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Culture, mengkompromikan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.201-202).
a. Subculture
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah (Kotler, Amstrong, 2006, p.130). Meskipun konsumen pada negara yang berbeda mempunyai suatu kesamaan, nilai, sikap, dan perilakunya seringkali berbeda secara dramatis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.202).
b. Social Class
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.132).
Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian menurut Schiffman, Kanuk (2004, p.547) adalah pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan keputusan pembelian, artinya bahwa seseorang dapat membuat keputusan, haruslah tersedia beberapa alternatif pilihan. Keputusan untuk membeli dapat mengarah kepada bagaimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut itu dilakukan. Bentuk proses pengambilan keputusan tersebut dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Fully Planned Purchase, baik produk dan merek sudah dipilih sebelumnya. Biasanya terjadi ketika keterlibatan dengan produk tinggi (barang otomotif) namun bisa juga terjadi dengan keterlibatan pembelian yang rendah (kebutuhan rumah tangga). Planned purchase dapat dialihkan dengan taktik marketing misalnya pengurangan harga, kupon, atau aktivitas promosi lainnya.
2. Partially Planned Purchase, bermaksud untuk membeli produk yang sudah ada tetapi pemilihan merek ditunda sampai saat pembelajaran. Keputusan akhir dapat dipengaruhi oleh discount harga, atau display produk
3. Unplanned Purchase, baik produk dan merek dipilih di tempat pembelian. Konsumen sering memanfaatkan katalog dan produk pajangan sebagai pengganti daftar belanja. Dengan kata lain, sebuah pajangan dapat mengingatkan sesorang akan kebutuhan dan memicu pembelian (Engel, F. James, et.al , 2001, pp.127-128)
Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan konsumen
, 07 October 2011 at 10:03 PM, in
Terdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:
- Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
- Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.
- Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.
- Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.
Proses pengambilan keputusan pembelian
, at 10:02 PM, in
Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:
- Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.
- Pencarian informasi (information source).Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).
- Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation).Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
- Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.
- Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian.[6Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan.Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.
Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen
, at 10:01 PM, in
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif.Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika.Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.
Roda analisis konsumen
, at 10:01 PM, in
Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan marketer untuk meneliti, menganalisis, dan memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik.[4] Roda analisis konsumen terdiri dari tiga elemen: afeksi dan kognisi, lingkungan, dan perilaku.
Afeksi dan kognisi
Elemen pertama adalah afeksi dan kognisi. Afeksi merujuk pada perasaan konsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian, misalnya apakah konsumen menyukai sebuah produk atau tidak. Kognisi mengacu pada pemikiran konsumen, misalnya apa yang dipercaya konsumen dari suatu produk. Afeksi dan kognisi berasal dari sistem yang disebut sistem afeksi dan sistem kognisi. Meskipun berbeda, namun keduanya memiliki keterkaitan yang sangat kuat dan saling memengaruhi.
Manusia dapat merasakan empat tipe respons afektif: emosi, perasaan tertentu, mood, dan evaluasi. Setiap tipe tersebut dapat berupa respons positif atau negatif. Keempat tipe afeksi ini berbeda dalam hal pengaruhnya terhadap tubuh dan intensitas perasaan yang dirasakan. Semakin kuat intensitasnya, semakin besar pengaruh perasaan itu terhadap tubuh, misalnya terjadi peningkatan tekanan darah, kecepatan pernafasan, keluarnya air mata, atau rasa sakit di perut. Bila intensitasnya lemah, maka pengaruhnya pada tubuh tidak akan terasa.
Sistem kognisi terdiri dari lima proses mental, yaitu: memahami, mengevaluasi, merencanakan, memilih, dan berpikir. Proses memahami adalah proses menginterpretasi atau menentukan arti dari aspek tertentu yang terdapat dalam sebuah lingkungan. mengevaluasi berarti menentukan apakah sebuah aspek dalam lingkungan tertentu itu baik atau buruk, positif atau negatif, disukai atau tidak disukai. Merencanakan berarti menentukan bagaimana memecahkan sebuah masalah untuk mencapai suatu tujuan. Memilih berarti membandingkan alternatif solusi dari sebuah masalah dan menentukan alternatif terbaik, sedangkan berpikir adalah aktifitas kognisi yang terjadi dalam ke empat proses yang disebutkan sebelumnya.
Fungsi utama dari sistem kognisi adalah untuk menginterpretasi, membuat masuk akal, dan mengerti aspek tertentu dari pengalaman yang dialami konsumen. Fungsi kedua adalah memproses interpretasi menjadi sebuah task kognitif seperti mengidentifikasi sasaran dan tujuan, mengembangkan dan mengevaluasi pilihan alternatif untuk memenuhi tujuan tersebut, memilih alternatif, dan melaksanakan alternatif itu.
Besar kecilnya intensitas proses sistem kognitif berbeda-beda tergantung konsumennya, produknya, atau situasinya. Konsumen tidak selalu melakukan aktifitas kognisi secara ekstensif, dalam beberapa kasus, konsumen bahkan tidak banyak berpikir sebelum membeli sebuah produk.
(Sumber : wikipedia)
Aplikasi Perilaku Konsumen
, at 10:00 PM, in
--pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli.
-Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut.
--ketiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif
Source: Wikipedia.
Definisi Perilaku Konsumen
, at 9:59 PM, in
(Sumber: Wikipedia)
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen
Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka.
Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan.
source: Berbagai Sumber


